By : Dwi Effendi W.,SKM

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI, Nomor 62 Tahun 2016, tentang Penyelenggaraan Kesehatan Haji, bahwa dalam rangka mendukung kesehatan Jemaah haji agar dapat menunaikan indah sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam, perlu dilaksanakan pembinaan, pelayanan , dan perlindungan kesehatan jemaah haji melalui penyelenggaraan kesehatan haji.

 

 

Perlindungan Kesehatan Haji diselenggarakan di Indonesia dan Arab Saudi, antara lain dalam bentuk penyelenggaraan kesehatan lingkungan dengan cara pertama Inspeksi Kesehatan Lingkungan melakukan pemeriksaan dan pengamatan secara langsung terhadap media lingkungan dalam rangka pengawasan berdasarkan standar, norma dan baku mutu yang berlaku untuk menimgkatkan kualitas lingkungan. Kedua Intervensi Kesehatan Lingkungan berupa : a. komunikasi, informasi, dan edukasi, b. perbaikan dan pembangunan sarana, c. pengembangan teknologi tepat guna dan d. rekayasa lingkungan.

Penyelenggaraan kesehatan lingkungan di Indonesia dilaksanakan pada Asrama Haji, Pesawat dan Katering yang dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap. Untuk tahap pertama inspeksi kesehatan lingkungan dilaksanakan pada 6 (enam) bulan sebelum Jemaah Haji masuk asrama haji dan/atau pada saat proses penentuan catering, dengan rekomendasi perbaikan kepada pihak pengelola/penanggung jawab asrama haji. Tahap kedua inspeksi kesehatan lingkungan dan intervensi kesehatan lingkungan dilaksanakan pada 1 (satu) minggu sebelum Jemaah haji asrama haji, untuk memuaskan kesiapan embarkasi Jemaah haji. Tahap ketiga dilakukan melalui kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan dan intervensi kesehatan lingkungan secara rutin selama Jemaah haji berada di asrama haji saat embarkasi/debarkasi.

Ø Rapat Koordinasi

Kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan asrama haji pada tahap pertama (H- 6 Bulan) tahun 2020 ini pelaksanaannya diawali dengan rapat koordinasi pemeriksaan pendahuluan sanitasi asrama haji embarkasi Balikpapan pada tanggal 23 Januari 2020 di ruang rapat UPT Asrama Haji Balikpapan. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh 20 orang undangan yang berasal dari stakeholder terkait yaitu : UPT Asrama Haji, Dinas Kesehatan Propinsi Kalimatan Timur, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, UPTD Laboratorium Kesehatan Kota Balikpapan, Kantor Wilayah Kementrian Agama Propinsi Kalimantan Timur, Kementrian Agama Kota Balikpapan, Puskesmas Manggar Baru dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan.

Pada rapat koordinasi ini terlebih dahulu disampaikan materi hasil inspeksi kesehatan lingkungan asrama haji tahap pertama tahun 2019 dan laporan hasil inspeksi kesehatan lingkungan selama embarkasi/debarkasi haji tahun 2019 serta rekomendasi hasil audit Inspektorat Kementrian Kesehatan saat embarkasi haji tahun 2020, kemudian didiskusikan atas permasalahan kesehatan lingkungan di asrama haji, penyampaian informasi kondisi kesehatan lingkungan asrama haji saat ini oleh UPT Asrama Haji yang telah dilakukan perbaikan – perbaikan sarana di asrama haji walaupun belum sepenuhnya menjawab atas rekomendasi hasil inspeksi sebelumnya.

Sebelum rapat koordinasi berakhir disepakati bersama bahwa semua sektor yang terlibat mendukung dalam menciptakan kondisi kesehatan lingkungan asrama haji yang lebih baik, terutama Kementeria Agama dan UPT Asrama Haji sebagai pihak pengelola asrama haji sehingga dapat mendukung kesehatan Jemaah haji.

Ø Inspeksi Kesehatan Lingkungan Asrama Haji

Inspeksi kesehatan lingkungan di Asrama haji Balikpapan dilaksanakan tanggal 24 Januari 2020 oleh tim inspeksi berjumlah 10 (sepuluh) orang yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Puskesmas Manggar Baru, Kementerian Agama Kota Balikpapan, UPT Asrama Haji dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan.

Variable penilaian meliputi kesehatan lingkungan asrama haji, penyehatan air, pengawasan jasa boga, pengelolaan limbah dan pengendalian vektor. Dari variable tersebut penilaian terhadap pengawasan jasaboga tidak dilakukan karena pada saat dilaksanakan inspeksi belum ada penunjukan jasa boga.

Fasilitas di asrama haji Balikpapan yang ditinjau dalam inspeksi kesehatan lingkungan ini terdiri dari : gedung asrama, dapur, aula, masjid,poliklinik,pengolahan air bersih dan sarana sanitasi lainnya. Terdapat banyak perubahan dan perbaikan terutama asrama untuk penginapan Jemaah terlihat lebih nyaman sehingga bisa meningkatkan performa asrama haji Balikpapan.

Namun demikian juga masih ada beberapa fasilitas yang tidak ada perubahan yang berarti, hanya perbaikan-perbaikan yang kurang maksimal, oleh sebab itu dari inspeksi kesehatan lingkungan H-6 bulan diberikan beberapa rekomendasi yang disampaikan kepada pengelola asrama haji Balikpapan. Dan nilai dari hasil inspeksi kesehatan lingkungan H-6 bulan ini ada kenaikan disbanding dengan kondisi tahun 2019.

 

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 10 Maret 2020 10:07)